PRESENTASI MEMUKAU

By: TalentaKasih

Mei 16 2012

Kategori: psikologi

Tinggalkan komentar

Fransisca Harrista Adiati, M.Psi, Psikolog

(pemerhati SDM, psikolog pada RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo)

 

Komunikasi merupakan perwujudan dari konsep pikir, tata nilai dan rangkaian proses internal yang ada di dalam seseorang. Banyak orang ketika akan presentasi merasa sakit perut, muncul keringat dingin terutama di telapak tangan, demikian pula saya ketika akan melakukan presentasi. Bahkan ada teman saya yang mengatakan lebih baik mati daripada diminta untuk presentasi. Presentasi memang suatu hal yang unik, akan menjadi mudah jika kita menganggapnya mudah, akan menjadi berat jika kita menganggapnya berat. Semua itu bergantung pada pola pikir setiap individu. Ada beberapa hal yang saya lakukan sebagai upaya untuk menyajikan presentasi dengan baik yaitu :

 

1.   Persiapan

a.      Melakukan persiapan secara optimal

Persiapan mengenai materi, pemahaman berbagai macam informasi terkait, durasi presentasi, para pembicara yang terlibat, mencari informasi mengenai hadirin, lokasi, setting tempat, dress code, dll. Biasanya ini saya lakukan jauh-jauh hari, saya gali dari pihak panitia yang mengundang atau dari orang-orang yang memahami acara tersebut. Saya tanyakan dengan detil, hal ini berguna bagi saya, agar saya mendapatkan gambaran situasi dan lingkungan di sana.

b.      Yakin bahwa diri sayalah yang paling paham tentang materi yang saya buat

Materi saya susun jauh-jauh hari, saya gunakan berbagai sumber yang dapat mendukung materi saya, seperti buku, literatur, internet, film, ice breaking (jika diperlukan) dll.

c.       Membuat slide presentasi dengan baik

Bagi saya tampilan slide juga sangat mendukung dan membantu saya dalam presentasi. Bagi saya gambar dapat menjadi pendukung materi dapat juga menjadi distraktor/ pengganggu apabila gambar yang dipilih tidak sesuai dengan topik.

d.      Putar ulang sesering mungkin video mental

Video mental, yaitu visualisasi di otak mengenai proses presentasi mulai dari awal hingga akhir. Membayangkan bagaimana saya duduk, berdiri, tersenyum, menyapa, berbicara, bahasa tubuh, melakukan sugesti positif untuk diri sendiri, saya bayangkan saya hebat dalam presentasi itu, saya dapat membawakannya dengan baik dan menarik. Video mental yang diulang dalam pikiran ini akan masuk ke alam bawah sadar sehingga membuat kita menjadi lebih percaya diri.

2.   Saat presentasi

a.      Datang lebih awal untuk mempersiapkan diri

Datang lebih awal ke acara presentasi membuat saya mempunyai cukup waktu untuk beradaptasi dan mempersiapkan keperluan saya, hal ini membantu saya untuk mengenali medan.

b.      Maju melangkah dengan mantap ketika waktu untuk presentasi tiba

Berjalanlah dengan tegak, pandangan mata ke depan, langkah mantap. Hal ini sebenarnya untuk menolong diri sendiri yaitu membangkitkan rasa percaya diri.

c.       Berikan senyum dan sapa kepada seluruh hadirin

Senyum adalah obat yang mujarab, baik untuk diri kita maupun orang lain. Senyum akan menetralisir rasa cemas.

d.      Buka presentasi dengan memikat/ sesuatu yang berbeda

Sangat penting untuk mengetahui latar belakang hadirin dalam acara presentasi tersebut, dengan memahami latar belakang mereka, maka dapat dipersiapkan pembukaan yang sesuai. Berikut alternatif metode sebagai pembukaan yaitu slide bergambar, tayangan foto, film pendek, atau cerita pendek yang tentu saja terkait topik, ice breaking singkat jika memungkinkan, dll. Hal ini saya lakukan untuk membangun rapport kepada hadirin. Tujuh Detik Pertama, digunakan hadirin menilai apakah pembicara ini layak untuk disimak atau tidak (Green, dalam Maksum, 2005). Jadi pergunakan dengan baik tujuh detik pertama ini.

e.      Gunakan bahasa tubuh yang baik

Body language sangat penting untuk diperhatikan,  bahasa tubuh yang baik sangat berpengaruh dalam suksesnya sajian presentasi.

f.        Nikmati kurva normal dalam presentasi

Rasa cemas dalam presentasi ibarat kurva normal yang akan meninggi dan ada satu titik sebagai puncak rasa cemas, yang merupakan rasa cemas paling tinggi dan tidak dapat lebih tinggi lagi, puncak ini akan muncul pada menit tertentu dalam presentasi dan setiap individu mempunyai titik puncak yang berbeda satu sama lain. Setelah titik puncak ini maka rasa cemas akan mulai turun secara perlahan dengan sendirinya, karena tubuh secara fisik maupun psikis sudah mulai beradaptasi. Lebar dan tinggi kurva normal setiap orang berbeda-beda. Dengan sering berlatih presentasi akan mempengaruhi intensitas, durasi serta frekuensi rasa cemas.

g.      Tutup presentasi dengan sesuatu yang memikat / sesuatu yang berbeda

Penutup adalah suatu hal yang penting, ini adalah kesempatan terakhir untuk memikat hadirin dan untuk memberikan kenangan pada mereka bahwa presentasi yang baru saja disimak adalah menarik. Dapat disajikan dengan film pendek, suatu lelucon cerdas yang membuat hadirin tertawa, atau sebuah refleksi yang mampu menggugah hati para hadirin.

 

3.   Saat diskusi/ Tanya jawab

a.      Terbuka terhadap segala masukan, saran, kritik

Tanya jawab seringkali dipandang sebagai suatu ajang pembantaian bagi beberapa pembicara muda. Dengan adanya pertanyaan, masukan atau komentar menunjukkan bahwa hadirin menyimak materi yang kita bawakan.

b.      Selalu awali dengan ucapan terima kasih atas pertanyaan yang diajukan dan menyebut nama penanya.

Upayakan mencatat nama penanya dan pertanyaannya. Dengan mengucapkan terima kasih serta menyebut nama penanya maka menunjukkan bahwa kita menghargai dan menghormati penanya. Penanya merupakan salah satu komponen yang membuat presentasi berhasil.

c.       Berikan jawaban sebaik mungkin sesuai keilmuan yang dikuasai

Jika ada pembicara lain yang lebih kompeten tidak perlu ragu untuk memberikan kepadanya dengan santun namun sebelumnya sampaikan jawaban dari sudut pandang keilmuan kita.

 

Selain berbagai hal di atas, perlu dikuatkan dengan berdoa memohon kekuatan dari Tuhan YME, jika dilandasi niat yang baik maka prosesnya pun akan baik. Bagi saya hidup adalah sebuah perjalanan belajar yang tiada usai. Dengan terus belajar maka kita dapat mengoreksi diri dan membuat pribadi kita menjadi lebih baik. Dengan pribadi serta ketrampilan yang senantiasa diasah maka kita semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada sesama manusia.

 

Salam sukses.

Daftar pustaka : Maksum. 2005. Strategi dan Teknik Komunikasi Dalam Presentasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: