Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Dalam Mengelola Perubahan

By: TalentaKasih

Mei 16 2012

Kategori: psikologi

Tinggalkan komentar

 Fransisca Harrista Adiati, M.Psi, Psikolog

(pemerhati SDM, psikolog pada RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo)

 

 

Dalam kehidupan ini senantiasa ada perubahan, baik kecil maupun besar, di aspek kehidupan apapun. Pada dasarnya individu manusia sebagai ciptaan yang kompleks mempunyai proses perubahan dalam perkembangan dan pertumbuhannya,  sejak dalam kandungan, usia bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa hingga lanjut usia. Masing-masing usia mempunyai  tugas perkembangan tersendiri dan berbeda satu sama lain. Hal ini menunjukkan bahwa semua manusia senantiasa dihadapkan dalam perubahan baik yang menyangkut internal dirinya maupun lingkungan eksternal.

Sebagai individu pada usia dewasa, mempunyai tugas perkembangan salah satunya adalah bekerja dan berperan dan mempunyai tanggung jawab di dalam masyarakat. Pada individu dewasa dalam berkarya di sebuah organisasi senantiasa menemui suatu perubahan. Perubahan yang dihadapi dapat berupa perubahan sistem, kompetensi, budaya dan karakter sumber daya manusianya. Dibutuhkan kemampuan memimpin dalam mengelola perubahan tersebut, baik sebagai pemimpin diri sendiri  maupun pemimpin bagi anggota timnya.

Salah satu syarat yang menentukan keberhasilan kepemimpinan adalah teladan. Oleh karena itu ketika menghendaki tim kita berubah maka diri sendiri hendaknya memberikan contoh yang tepat terhadap perubahan tersebut. Dalam menghadapi proses ini dibutuhan self leadership yang sesuai terutama ketika menduduki peran sebagai seorang pemimpin. Ada beberapa hal yang dapat menjadi acuan ketika menerapkan gaya kepemimpinan salah satunya dengan konsep situational leadership. Dalam situational leadership ini kita diajak untuk mengenali gaya kepemimpinan yang sesuai yaitu Directing, Selling, Participating, Delegating, gaya kepemimpinan ini  merupakan seni yang dapat diterapkan dalam situasi tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

Situational Leadership

 

n    Teori Kepemimpinan Situasional “ dari Harsey dan Blanchard menyatakan bahwa Situational Leadership merupakan gaya kepemimpinan yang berdasarkan atas situasi. Konsep dasar dari Situational Leadership adalah tidak ada gaya memimpin yang paling BAIK, yang ada adalah gaya memimpin yang paling SESUAI. Cobalah ingat kembali suatu kejadian dimana pada saat Anda disampingnya, bawahan Anda bekerja dengan giat, tetapi tidak lagi saat Anda meninggalkanya. Mungkin saja Anda adalah pemimpin yang sukses, tetapi bukan yang efektif. Pemimpin yang efektif akan menciptakan nilai-nilai (sistem) – bukan ketakutan/kepatuhan. Perlu diyakini bahwa dalam kepemimpinan perlu adanya pemahaman mengenai manusia dapat dan mau berkembang, kepemimpinan adalah suatu kemitraan  dan orang tumbuh karena adanya keterlibatan serta komunikasi. Kepemimpinan Situasional bukan sesuatu yang Anda lakukan kepada orang lain, tetapi sesuatu yang Anda lakukan bersama orang lain. Dua dimensi model kepemimpinan situasional adalah MENDENGARKAN dan MENDORONG untuk memecahkan masalah merupakan dua perilaku memberi dukungan yang paling penting.

 

Gaya yang sesuai di situasi yang tepat

 

Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa :

1.                  Jika anggota tim kurang mempunyai kompetensi yang dibutuhkan (kurang mampu) dan motivasi untuk melaksanakannya juga rendah (kurang mau) maka gaya kepemimpinan yang tepat adalah Pengarahan/ Directing.

2.                  Jika anggota tim kurang mempunyai kompetensi yang dibutuhkan (kurang mampu) dan mempunyai motivasi untuk melaksanakannya (mau) maka gaya kepemimpinan yang tepat adalah Penjelasan/  Selling.

3.                  Jika anggota tim mempunyai kompetensi yang dibutuhkan (mampu) dan motivasi untuk melaksanakannya rendah (kurang mau) maka gaya kepemimpinan yang tepat adalah Partisipasi/ Participating.

4.                  Jika anggota tim mempunyai kompetensi yang dibutuhkan (mampu) dan mempunyai motivasi untuk melaksanakannya ( mau) maka gaya kepemimpinan yang tepat adalah Delegasi/ Delegating.

 

The Power of Words

Dalam melaksanakan gaya kepemimpinan ini perlu disertai dengan komunikasi yang tepat. Hal ini disebabkan kata mempunyai kekuatan yang sangat berpengaruh pada motivasi seseorang. Berikut adalah contoh kalimat positif yang dapat berdampak positif bagi motivasi seseorang, yaitu :

ž    Selamat pagi- sampaikan salam

ž    Ucapkan terima kasih

ž    Senang saya bisa membantu

ž    Ayo semangat!

ž    Kita pasti bisa

ž    Ayo bangkit dan coba lagi..

ž    Gunakan “ I message

 

I message

Maksud dari  I message adalah menggunakan kalimat yang diawali dengan “Saya”. Hal ini sangat bermanfaat dalam komunikasi asertif dan kontrol emosi, terutama ketika menghadapi situasi yang pada dasarnya kita tidak setuju atau tersinggung terhadap sesuatu. Berikut adalah contoh penggunaan I message :

–          Saya kurang setuju dengan perilaku Anda, saya lebih suka jika Anda datang kantor lebih awal.

–          Saya merasa pendapat Anda dapat dimatangkan terlebih dahulu dengan meminta pendapat tim kerja.

–          Saya pikir bahwa sebaiknya Anda menenangkan diri untuk beberapa waktu supaya dapat berkonsentrasi  dan bekerja dengan lebih fresh.

Dengan menggunakan I message kita tidak menempatkan orang lain sebagai objek yang dipersalahkan namun kita memberi alternatif  solusi dengan berdasarkan pada hal-hal yang lebih positif dan membangun. Penggunaan kata “Saya” memberi kesan tidak menyudutkan orang lain dan dapat membantu mengontrol emosi jika menghadapi suatu komunikasi yang dapat memberi stimulus pada kemungkinan munculnya emosi negatif.

 

Dengan adanya penerapan gaya kepemimpinan yang sesuai dan penggunaan kata-kata yang tepat untuk memotivasi maka organisasi dapat menyikapi tuntutan perubahan dalam aspek apapun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: