Keteladanan Sang Pemimpin Yang Melayani

By: TalentaKasih

Mei 16 2012

Kategori: psikologi

Tinggalkan komentar

Fransisca Harrista Adiati, M.Psi, Psikolog

(pemerhati SDM, psikolog pada RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo)

 

Saat ini, masyarakat kita membutuhkan sosok yang dapat dianut, yang memberi teladan, baik dalam kehidupan berpolitik, pendidikan maupun sosial kemasyarakatan. Krisis kepemimpinan yang seringkali menjadi topik pembahasan baik di forum formal maupun informal menjadi sebuah topik hangat di negeri kita, yang sangat diharapkan untuk segera terselesaikan dengan baik.

Pada dasarnya dalam diri individu mempunyai kebutuhan untuk merasa aman, maksudnya aman dalam hal fisik dan psikis. Penjabaran rasa aman fisik dan psikis ini tentu saja sangat kompleks karena selain keamanan dalam mendapatkan perlindungan baik secara hukum, kesehatan, pendidikan, aktualisasi diri, informasi, berorganisasi, berpendapat dan aspek-aspek kehidupan yang lain. Tentu saja dalam mewujudkan rasa aman ini sedikit banyak dicapai jika sistem yang dikelola oleh sang pemimpin dikendalikan berdasarkan konsep ‘melayani’. Hal ini kontradiktif dengan perwujudan aksi para pemimpin saat ini yang sebagian masih mengutamakan kepentingan sendiri dan justru ingin menjadi pemimpin karena ingin dilayani. Tentu saja konsep Pemimpin yang melayani perlu lebih dipahami.

Studi literatur dan diskusi di berbagai kalangan baik akademisi, praktisi maupun kemasyarakatan secara umum acapkali membahas, mengembangkan dan merumuskan konsep kepemimpinan. Dilakukan pula sosialisasi dan pembangunan karakter bangsa terkait kepemimpinan. Sayangnya, hal ini belum disertai oleh adanya gerak bersama seluruh lini dalam mewujudkannya. Tidak mudah memang untuk memperbaiki moral dan karakter bangsa namun bukan hal yang tidak mungkin untuk dilakukan perubahan meski itu kecil, namun secara bertahap dapat mewujudkan kepemimpinan yang efektif di negeri kita.

Tokoh seperti Mahatma Gandhi dan Bunda Theresa adalah sosok yang dengan gigih menunjukkan sikap melayani dalam kepemimpinannya. Keinginan untuk mempersembahkan yang terbaik bagi sesama manusia membuat mereka menjadi tokoh yang layak diteladani dan langgeng hingga saat ini.

Sekilas mengenai biografi Mohandas Karamchand Gandhi (2 Oktober 186930 Januari 1948) juga dipanggil Mahatma Gandhi (bahasa Sansekerta: “jiwa agung”) adalah seorang pemimpin spiritual dan politikus dari India. Gandhi adalah salah seorang yang paling penting yang terlibat dalam Gerakan Kemerdekaan India. Dia adalah aktivis yang tidak menggunakan kekerasan, yang mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai. Ia mengawali karirnya sebagai seorang pengacara di Afrika Selatan, di mana ia menemukan berbagai persoalan rasial untuk pertama kalinya. Suatu ketika, dalam perjalanan di atas kereta api menuju Pretoria, Gandhi diminta meninggalkan kursi penumpang kelas satu yang ditumpanginya meskipun ia telah membayar tiketnya. Kondektur kereta yang berkulit putih itu dengan sinis mengatakan bahwa selain orang kulit putih tidak diperkenankan menempati kursi kelas utama. Tetapi Gandhi menolak dan bersikeras untuk tetap menempati kursi yang telah dibayarnya itu. Karena penolakan ini, sang kondektur menurunkannya di sebuah stasiun kecil.

Itulah yang membuatnya selalu berjuang untuk keadilan. Dia selalu mencontohkan bahwa kita dapat melawan ketidak adilan tanpa melakukan kekerasan. Mahatma Gandhi terkenal dengan ajaran Ahimsa yaitu anti-kekerasan.

Contoh lain adalah Bunda Theresa, Bunda Teresa, seorang yang memberi hatinya untuk melayani di tengah-tengah masyarakat miskin di India. Ia memulai pelayanannya dengan membuka sebuah sekolah pada 21 Desember 1948 di lingkungan yang kumuh. Karena tidak memiliki dana, ia membuka sekolah terbuka, di sebuah taman. Di sana ia mengajarkan pentingnya pengenalan akan hidup yang sehat, di samping mengajarkan membaca dan menulis pada anak-anak yang miskin. Selain itu, berbekal pengetahuan medis, ia juga membawa anak-anak yang sakit ke rumahnya dan merawat mereka.

Ia juga salah satu pionir yang membangun rumah bagi penderita AIDS. Berkat baktinya bagi mereka yang tertindas, Bunda Teresa pun mendapatkan berbagai penghargaan kemanusiaan. Puncaknya ialah pada tahun 1979 tatkala ia memperoleh hadiah Nobel Perdamaian. Hadiah uang sebesar $6.000 yang diperolehnya disumbangkan kepada masyarakat miskin di Kalkuta. Hadiah tersebut memungkinkannya untuk memberi makan ratusan orang selama setahun penuh. Ia berkata bahwa penghargaan duniawi menjadi penting hanya ketika penghargaan tersebut dapat membantunya menolong dunia yang membutuhkan.

Mahatma Gandhi dan Bunda Theresa adalah contoh yang nyata, mereka mampu membuktikan bahwa kekuatan melayani dan kerendahan hati dapat menjadikan mereka sumber kehidupan bagi banyak jiwa. Pemimpin yang melayani merupakan individu yang menggunakan kompetensinya dan kewenangan yang dimiliki untuk menumbuhkan dan mengembangkan sesamanya. Ia akan sangat peduli pada timnya, dirinya dan lingkungannya. Ia melakukan itu karena benar-benar ingin melayani sesamanya, dan tidak mengutamakan ambisi dan kepentingannya pribadi. Pemimpin yang melayani ini dengan rendah hati dan memberikan yang terbaik dengan penuh kejujuran dan dedikasi dengan harapan esok para pengikutnya dapat menjadi pemimpin yang melayani juga. Keteladanan yang tulus dilakukan. Pemimpin yang melayani bukanlah seorang pelayan yang memimpin. Tentu saja, karena hal ini menyangkut tentang kompetensi, kewenangan, daya pengaruh dan etos dasar kepemimpinan.

Kita tentunya ingin generasi anak cucu kita hidup lebih baik di dalam lingkungan berbangsa dan bernegara yang lebih bermoral dan berdedikasi oleh karena itu mereka membutuhkan teladan dari kita. Apa yang akan kita ucapkan dengan kata tidak akan membuat mereka berbuat sesuatu, namun apa yang kita lakukan pasti mereka meniru. Mari kita sebagai agent of change memberikan keteladan sikap melayani  untuk memberikan yang terbaik bagi sesama. (dari berbagai sumber).

 

****

 

 

 

Sumber :

http://kolom-biografi.blogspot.com/2008/11/biografi-mahatma-gandhi.html

http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/03/biografi-bunda-teresa.html

http://id.shvoong.com/humanities/1947734-pemimpin-yang-melayani

http://www.glorianet.org/index.php/sendjaya/1456-pemimpin

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: