Allah yang Selalu Menggendongku

By: TalentaKasih

Jan 09 2012

Kategori: Renungan dan Motivasi

1 Komentar

Aku pun tau ku tak pernah sendiri/

sebab Engkau Allah yang menggendongku

(lagu JanjiMu Sperti Fajar).

 

Syair lagu tidak asing dan digemari oleh siapa pun. Bahkan salah satu syair penguat saya pribadi. Saya mendapat pencerahan dari syair tersebut. Ada beberapa hal petunjuk betapa besar Kasih Allah kepada umat-Nya, terlebih saya.

Proses menggendong ada beberapa tahapan dilakukan Allah. Pertama, Allah mengulurkan tangan-Nya kepada saya dan Anda. Bagaimana Allah tidak Kasih. Allah yang Maha Besar dan Agung mau memberikan tanganNya kepada saya dan Anda. Allah mau menurunkan diriNya kepada umat berdosa. Allah mau merelakan tangan suciNya untuk memegang saya dan Anda. Tetapi Allah sering kali tidak mendapat sambutan hangat. Bahkan saya dan Anda sering bertepuk sebelah tangan.

Saya dan Anda lebih sering terlambat menyambut uluran tangan Allah. Bahkan saya dan Anda menyembunyikan tangan. Saya dan Anda lebih enggan menerima tangan Allah. Saya dan Anda lebih sering menyibukkan diri dengan urusan sendiri. Tindakan menjengkelkan adalah saya dan Anda seolah-olah tidak tahu bahwa Allah sudah mengulurkan tangannya untuk memegang diri kita. Sungguh, itu tidak berkenan bagi Allah.

Bagaimana pun keadaan kita, Allah dengan sepenuh hati mengulurkan tangan kepada kita meski penuh dosa. Allah lebih berkenan karena kerelaan kita menyambut uluran tanganNya. Allah mau membantu kita, tetapi mengapa kita sering bertepuk sebelah tangan kepada Allah ?

Maka mulailah untuk siap sedia menyambut uluran tangan Kasih Kuasa Allah. Dengan demikian kita menyenangkan hati Allah. Jika saya dan Anda mau menyenangkan Allah, maka Allah jauh lebih menyayangi Anda dan saya. Itulah tahapan pertama Kasih Allah kepada Anda dann saya dalam proses menggendong Anda dan saya. Buktikan …!

Jika Anda dan saya masih belum menyadari uluran tangan Allah pada tahap pertama dalam upaya Allah menggendong, mari kita ke tahap kedua. Tahap ini adalah Allah memegang diri kita. Bisa kita bayangkan diri kita sendiri dibandingkan dengan Allah. Kita penuh dosa, tidak layak Allah memegang tetapi Allah mau menyediakan dirinya untuk kita. Kita sendiri jika ada teman atau siapa pun yang berbuat salah kita sendiri enggan untuk menatap bahkan berjabat tangan.

Lihat , Allah ingin memegang kita. Tapi bagaimana sikap kita, malahan lari menjauh dari Allah.
Allah mau memegang diri kita, Allah ingin menyelamatkan kita tetapi Allah melihat apa? Kita menjauh! Saat Allah memegang kita, kita berusaha melepasklan diri dari peganganNya. Kita seolah-olah tidak butuh pegangan Allah. Kita merasa mampu. Kita angkuh kepada Allah. Padahal Allah mau menyelamatkan kita.

Allah melihat kerelaan kita dipegang oleh Allah. Allah tidak melihat apa sikap kita waktu lalu. Allah berkehendak agar kita berdiam diri saat Allah memegang. Berikanlah keberadaan kita seutuhnya. Bagaimana pun keadaannya. Allah siap 100% memegang untuk menyelamatkan Anda dan saya. Allah inilah diriku…

Setelah Allah memegang kita, Allah tidak hanya memegang. Tapi Allah mau mengangkat kita. Jika kita berhadapan dengan masalah, Allah mau kita tidak makin dalam terjerumus lumpur masalah. Mengangkat kita itulah tahapan ketiga.

Allah sungguh tidak rela anakNya terjatuh dalam lembah kekelaman. Allah mau segera mengangkat kita. Tapi apa sikap kita ? Kita membontak dengan segala daya upaya. Kita berteriak-teriak dengan suara keras menolakNya. Kita sering tidak menyadari seberapa dalam kita telah masuk dalam lembah kekelaman. Tetapi Allah tahu betul bahwa kita telah masuk lebih dalam ke jurang kekelaman. Saat Allah mengangkat, kita bergerak-gerak terus sekuat tenaga untuk memberontak Allah. Bahkan tanpa sadar kita berkata ?ǣApa to Allah ini koq mengangkat saya !?ǥ terus, ?ǣsaya bisa sendiri, nggak perlu diangkat. Saya mampu Allah.?ǥ
Lebih parahnya lagi, kita tidak percaya bahwa Allah memiliki kemampuan untuk mengangkat diri kita. Seberapa pun berat dosa-dosa kita. Allah sanggup.

Serahkanlah diri kita kepada karya penyelamatan Allah. Allah sungguh tidak menegakkan kita, tetapi justru kita sendiri tega terhadap diri sendiri.
Allah sungguh Maha Kasih, tenangkanlah diri kita, rasakan bagaimana Allah mengangkat kita. Jika Anda dan saya mau diam sejenak merasakan proses Allah mengangkat sungguh hebat Allah.

Allah tidak cukup hanya mengangkat tetapi menggendong pun sanggup. Itulah tahapan keempat. Bagaimana Allah menggendong? Kita tidak perlu berjalan sendiri. Allah berjalan sambil mengangkat dosa, kelemahan kita. Dosa berat diri kita sanggup ditopang Allah. Betapa nyamannya digendong Allah. Betapa enaknya didengdong Allah. Allah Maha Kuasa melakukan segala perkara.

Bagaimana pun perkara kita Allah sanggup menyelesaikan.
Itu semua kembali kepada diri kita sendiri sebagai manusia penuh dosa. Apakah mau digendong Allah ?
Kita sering tidak mempercayai campur tangan Allah kepada kita saat ada masalah. Padahal Allah sudah menggendong kita tetapi kita sendiri tidak menyadari.

Allah, mohon ampun atas kebebalan diri kami.
Allah, mampukan kami untuk merasa-rasakan campur tanganMu selama menggendong kami.
Terima kasih Allah.
Terima kasih !
Ampuni kami orang berdosa ini.

Author: Kukuh Widyatmoko

Sumber: http://www.kicauburung.com/ponren/

One comment on “Allah yang Selalu Menggendongku”

  1. tulisan pak Kukuh ini sungguh menguatkan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: