Santo Ivo

Anak kami bernama Ivo Lvito Ariasto. Ia biasa dipanggil Ivo
Saat saya hamil dahulu, perkiraan dokter lahirnya anak kami tanggal 20 Mei-26 Mei 2009. Sehingga suami saya pun mencari nama baptis yang peringatan jatuh antara tanggal 20 Mei-26 Mei. Dan pilihannya adalah St. IVO. Apa dan siapa St Ivo? Berikut penjelasan singkatnya
………………………………………………………………………..
Seorang yang pandai, tidak biasa untuk bersikap rendah hati. Seorang yang dapat bersikap rendah hati karena kepandaiannya, perlu disebut orang hebat. Seperti halnya Santo Ivo yang dengan hebat memadukan kepandaian serta kerendah hatiannya, sehingga dapat bersikap tegas terhadap segala sesuatu, sampai akhirnya patut menjadi teladan semua pemimpin.
Santo ini tidak begitu terkenal dikalangan umat,  walaupun demikian kita sebagai umat kristiani perlu mengintip sedikit saja tentang perjalanan hidupnya.Ivo lahir di Beauvais pada tahun 1040. Ia belajar teologi di biara Bec serta dikenal sebagai orang pandai. Kemudian Ia bekerja di Nestle, Picardy, PerancisUtara lalu berpindah ke biara Santo Quentin. Di biara ini, Ivo mengajar teologi, hukum gereja dan kitab suci. Kemudian Ia diangkat sebagai pemimpin biara selama 14 tahun. Sebagai pemimpin biara, Ivo berusaha meningkatkan kedisiplinan hidup dan belajar, untuk para biarawan, serta berusaha membaharui aturan-aturan yang lama.
Karena kesalehan hidupnya, kepandaian dan kepribadiannya yang menarik, Ivo diajukan oleh umat dan segenap imam untuk menggatikan Geoffrey sebagai uskup Chartres, pada tahun 1091. Setelah didesak oleh paus Urbanus II, Ivo menerima jabatan itu.
Dalam kepemimpinannya sebagai uskup Chartres, Ivo dengan tegas menentang raja Philip I yang menceraikan istrinya Bertha dan menikahi Bertrada, istri Fulk (seorang hakim dari Anjou). Oleh raja Philip I, Ivo ditangkap dan dipenjarakan. Seluruh kekayaan dan penghasilannya disita oleh raja Philip I. Tetapi atas desakan paus Urbanus II dan seluruh umat, Ivo dibebaskan dan menjalankan tugas seperti biasa. Selanjutnya, Ivo tetap setia kepada raja Philip I dan berusaha mendamaikan raja dengan takhta suci pada konsili Beaugency pada tahun 1104. Ivo meninggal dunia pada tahun 1116.
Dalam kesempatan ini, kita umat Tuhan perlu meneladan Santo Ivo yang selalu mendahulukan kebenaran, walaupun itu nyawa sebagai taruhannya. Sikapnya yang tegas dalam hidup sebagai pemimpin yang bertanggung jawab sangat kita perlukan sebagai panutan dalam menjalankan segala tugas yang kita emban.  Tidak lupa, yang perlu kita garis bawahi adalah kepintaran bukan sebagai ajang untuk ‘gaya-gaya’ tetapi perlu dibuktikan bahwa, dibalik kepintaran ada kesalehan dan cinta kasih.
Hidup   : Eropa 1040-1116
Pesta  : 20 Mei
Kisah ini ditulis oleh Marianus Ivo.
Pada tahun 2010 di seminari santo Vincentius a Paulo, Garum, Blitar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: