PETANI DAN TUKANG ROTI

By: TalentaKasih

Des 28 2011

Kategori: Renungan dan Motivasi

1 Komentar

sebuah renungan yang sudah ditulis lama pada 16 April 1998…bisa anda simak lagi

Seorang tukang roti di sebuah desa kecil membeli satu kilogram mentega dari seorang petani. Ia curiga bahwa mentega yang dibelinya tidak benar-benar seberat satu kilogram. Beberapa kali ia menimbang mentega itu, dan benar, berat mentega itu tidak penuh satu kilogram. Yakinlah ia, bahwa petani itu telah melakukan kecurangan. Ia melaporkan pada hakim, dan petani itu dimajukan ke sidang pengadilan.

Pada saat sidang, hakim berkata pada petani, “Tentu kau mempunyai timbangan?”

“Tidak, tuan hakim,” jawab petani.

“Lalu, bagaimana kau bisa menimbang mentega yang kau jual itu?” tanya hakim.

Petani itu menjawab, “Ah, itu mudah sekali dijelaskan, tuan hakim. Untuk menimbang mentega seberat satu kilogram itu, sebagai penyeimbang, aku gunakan saja roti seberat satu kilogram yang aku beli dari tukang roti itu. Jika berat mentega itu salah, berarti ia menyalahkan dirinya sendiri.”

Refleksi:
Penghakiman yang tergesa dan tak adil terhadap orang lain adalah dosa, “Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” ( Matius 7:2 )
KESALAHAN YANG KITA SOROT PADA DIRI ORANG LAIN MUNGKIN MERUPAKAN CERMINAN DARI KESALAHAN KITA SENDIRI

Sumber: http://alkitab.sabda.org/illustration.php?id=2144

Gambar diambil dari http://www.meltybread.com/wp-content/uploads/2011/12/bread_and_butter.jpg

One comment on “PETANI DAN TUKANG ROTI”

  1. bagus juga untuk berlaku tidak mudah menghakimi…
    dan bersikap jujur…
    kok masih bisa nemu juga tulisan2 lama….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: