NEGOSIASI: SULIT ATAU MUDAH?

By: TalentaKasih

Nov 25 2011

Kategori: management

Tinggalkan komentar

oleh: Antonius Irvinto Dobiariasto

Setiap hari, hidup kita tidak lepas dari negosisasi. Bisa antara suami istri, anak dengan orang tua atau bahkan antara atasan dengan bawahan dan sebagainya. Negosiasi berasal dari kata Negotiate berasal dari bahasa Inggris yang berarti perundingan. Sementara itu pengertian perundingan adalah upaya untuk menyatukan antara dua pihak atau lebih. Sedangkan tujuan dari negosiasi adalah menemukan kesepakatan diantara kedua belah pihak secara adil dan dapat memenuhi harapan dan keinginan kedua belah pihak. Sehingga tidak boleh ada pihak yang merasa dirugikan atau diuntungkan dari kesepakatan kedua belah pihak.

Untuk mempermudah bentuk negosiasi, saya kisahkan dalam kehidupan sehari-hari yang dialami keluarga saya. Beberapa waktu lalu saya mendapatkan cerita dari istri saya tentang tingkah laku anak saya. Anak saya tidak mau mandi sore. Istri saya sampai kehabisan cara untuk membujuknya. Dia memilih bermain dan menghindari upaya pendekatan dari mamanya. Sampai akhirnya kakeknya datang dan mengajaknya berbicara. Anaknya saya mengarahkan pembicaraan tentang film Shaun the Sheep. Dengan mengatakan, “Shaun mandi….Shaun mandi.” Kakeknya mempunyai ide untuk meniup peluit seperti dilakukan Bitzer (tokoh anjing dalam Shaun the Sheep) dan mengarahkan telunjuknya ke kamar mandi. Ajaibnya anak saya tak lagi complain dan menghindar untuk mandi. Ia dengan patuh masuk ke kamar mandi dan selanjutnya dimandikan mamanya.

Pagi harinya, istri saya langsung menerapkan cara seperti sore kemarin. Hasilnya gagal. Anak saya terus lari ke kakeknya. Kakeknya membujuknya untuk mandi. Mencoba lagi dengan cara sebelumnya. Tidak juga berhasil. Anak saya terus meminta peluit dari kakeknya. Dia meniup peluit sambil mendorong kakek dan mamanya kea rah kamar mandi. Rupanya ia ingin berperan sebagai Bitzer sekarang. Dan kakek serta mamanya yang berperan sebagai kambing-kambingnya. Acara mandi selanjutnya berlangsung lancar. Dari kisah saya diatas terlihat bahwa proses negosiasi kreatif dari kakek anak saya berhasil memperoleh WIN WIN solution untuk permasalahan mandi pada cucunya. Masih banyak contoh lainnya.

Namun ada kalanya kita menemukan negosiator yang berusaha memaksakan pendapatnya kepada pihak lain. Segala macam cara biasanya ditempuh untuk menang. Berdasarkan pengalaman saya di dalam proses negosiasi ada memulai dengan menyodorkan kartu berkop instansi atau lembaga tertentu, mengancam, membawa oknum/ preman, mengulur-ulur waktu, dll. Herb Cohen dalam bukunya menuliskan beberapa trik negatif yang sering dilakukan oleh seorang negosiator, diantaranya:

1. Posisi awal dominan keras, yakni selalu memulai dengan tawaran yang tidak masuk akal.

2. Yang datang bernegosiasi langsung dengan kita bukanlah sang pengambil keputusan, melainkan hanya utusan yang memiliki kewenangan terbatas.

3. Menciptakan suasana emosional, misalnya dengan sengaja membuat keributan selama perundingan atau dengan cara-cara sejenis yang tujuannya membuat pihak lainnya tidak nyaman dan akhirnya menyerah.

4. Fleksibilitas minimal atau dengan memberi kelonggaran yang terbatas.

5. Di sisi lain apabila kita memberikan kelonggaran mereka akan menuntut lebih banyak lagi.

6. Tidak peduli dengan batas waktu alias mereka siap mengulur-ulur perundingan sampai kapanpun – sampai kita merasa lelah dan akhirnya menyerah

Menghadapi negosiator yang sering menggunakan trik negatif seperti diatas diperlukan persiapan yang memadai. Maka sebelum terjadinya proses negosiasi, alangkah lebih baiknya jika kita mempersiapkan diri dengan

• komunikasi persuasive yang baik,

• memahami materi-materi negosiasi yang dihadapi (bisa membawa back up data, surat,dll)

• memahami patner dan lawan dalam negosiasi (tahu tipe komunikasi lawan ), dan

• menggabungkan ketiga unsur tersebut saat proses negosiasi berlangsung.

Lalu menjadi seorang negosiator yang baik itu sulit atau mudah? Mudah atau sulitnya akan saya gambarkan dengan contoh, yaitu ketika kita mendorong sebuah mobil. Awalnya pasti sangat berat mendorong sebuah mobil yang sedang dalam posisi diam. Namun sekali mobil tersebut bergerak, dorongan anda akan semakin ringan dan lama kelamaan anda bisa mendorongnya dengan lebih cepat. Jadi setiap proses negosiasi selalu mempunyai bagian yang sulit dan bagian yang mudah. Dari tugas-tugas sulitlah kita berkesempatan untuk mengeluarkan kemampuan terbaik yang akan membentuk karakter sehingga anda bisa menjadi seseorang negosiator handal.

Jadi bagi saya untuk bisa menjadi negosiator bukan sekedar teori saja namun PRAKTEK, PRAKTEK dan PRAKTEK. Selamat berlatih negosiasi.

Pernah dimuat di MDI News no 171 edisi November 2011

gambar diambil dari: http://www.tdwclub.com/attachments/402d1322054270-negosiasi.jpg/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: