Kelola Amarah Dengan Bijak

Judul               : Jurus Jitu Mengelola Amarah

Penulis             : Harrista Adiati, M.Psi, Psikolog

Penerbit           : Elex Media Komputindo

Terbit               : I – Desember 2012

Tebal               : 152 halaman

ISBN / EAN   : 9786020201139 / 9786020201139

Dimensi( pxl ) : 210 mm x 140 mm

 

Amarah merupakan bagian emosi manusia.  Kemarahan yang tidak diselesaikan dapat merusak suatu hubungan baik dari suatu hubungan pertemanan, keluarga, relasi bisnis dan hubungan antar manusia.  Seperti jalan berlubang yang semakin hari semakin besar kalau tidak segera ditambal. Alangkah indahnya dunia jika amarah yang timbul dapat dikelola dengan baik. Kedamaian, semangat persaudaraan dan saling mengasihi akan senantiasa menyelimuti kehidupan di dunia.

Mengendalikan amarah nampak mudah secara teori, namun kita semua tahu, memulai hal kecil untuk mengendalikan amarah saja terasa sulit. Maka dari kisah perbincangan dua orang sahabat tentang problem marah yang dihadapi oleh Dena, bagian per bagian pengelolaan marah dikupas oleh Harrista lewat metafora Sang Pemuda. Ini salah satu keunikan buku ini karena dikemas dalam cerita ada cerita lainnya.

Sang tokoh menasehati Dena dengan metafora yang segar, dan ringan tentang kisah pemuda yang sulit menguasai amarahnya. Kesimpulan di akhir kisah Dena ini tertuang ke dalam lima jurus jitu dalam mengendalikan amarah yaitu:

Jurus pertama  : Mengenalilah perubahan fisiologis tubuh saat mulai merasakan marah dan segera melakukan sesuatu untuk mencegahnya meledak.

Jurus kedua     : Mengenali intensitas dan frekuensi marah

Jurus ketiga     : Melakukan metode STOP (Stop, Think, Objective, Plan)

Jurus keempat : Melakukan relaksasi

Jurus kelima    : Mengatakan dengan Asertif

Masalah yang dihadapi Dena maupun metafora Sang Pemuda adalah amarah yang tak terkendali. Tak jarang permasalahan yang terjadi terlewatkan begitu saja tanpa ada solusi ataupun pencerahan yang bermakna sehingga ujungnya tetap menjadi duri dalam kehidupan. Amarah acapkali menjadi virus yang dapat menjadi penyakit di dalam diri manusia. Jadi dalam kondisi marahnya manusia memerlukan suatu pengelolaan amarah yang efektif. Lewat kisah Dena dan metafora Sang Pemuda, Harrista mencoba membantu pembaca buku ini untuk memiliki kemauan besar dan menempatkan diri dengan menjadi penanggung jawab atas diri sendiri dan menjadi pengendali emosi atas diri sendiri, utamanya amarah.

Dibagian kedua buku ini, Harrista secara gamblang juga menjelaskan mengenai definisi, konsep dasar dan pengelolaan amarah yang sering dirasakan oleh manusia, dengan disertai pula dengan ilustrasi, cerita inspiratif dan paparan yang menjelaskan dinamika amarah. Dalam buku ini Harrista menuliskannya secara ringan, sederhana dan segar diangkat juga beberapa kisah nyata dari beberapa tokoh yang sangat kita kenal seperti Mahatma Gandhi, Chow Yun Fat, Arthur Ashe, dll dalam mengendalikan emosi dan amarahnya.

Bagi yang ingin mengelola dirinya lebih baik, memperbaiki hubungan, maupun mencegah timbulnya konflik di dalam hubungan maka buku ini sangat cocok untuk dbaca. Buku ini baik pula dibaca oleh karyawan, manager, pihak-pihak yang berhubungan dengan pelayanan kepada pelanggan sehingga bisa mengelola marah yang efektif supaya proses intrapersonal dan interpersonal menjadi lebih baik.

Tepat pula untuk keluarga yang sedang mengalami amarah dan konflik, seperti dinasehatkan oleh kisah Percy Arrowsmith dan Florence  yang menyatakan, ”Kami tidak akan pergi tidur sebelum menyelesaikan konflik. Tidak enak tidur membawa kemarahan. Jika bertengkar, kami berusaha saling memaafkan dan melepaskannya sebelum larut malam, supaya hari itu bisa ditutup dengan ciuman dan genggaman tangan”. Juga untuk kelompok- kelompok tertentu yang sedang berkonflik, individu yang sedang berjuang menghadapi penyakit fisiknya, atau siapapun yang ingin mengelola amarahnya. Dalam buku ini pembaca juga dimudahkan dalam memahami dan mempraktekkannya karena di dalam buku ini dilengkapi dengan lembar kerja sebagai latihan dan contoh pengerjaannya.

Buku Jurus Jitu Mengelola Amarah bisa menjadi salah satu sumber acuan pengembangan diri. Kemasan dan penyajian buku ini sederhana dan menarik. Dalam buku ini Harrista tidak mengajak Anda untuk menghilangkan amarah sama sekali karena amarah adalah suatu bentuk emosi yang wajar. Namun sebaliknya mengajak kita untuk mengelola amarah dengan baik sehingga tidak melukai orang lain maupun diri sendiri. Harrista justru membantu kita menjadikan amarah sebagai energi positif.

Didalam salah satu testimoni buku ini, Prof. Dr. Yusti Probowati, Psikolog (Dekan Fakultas Psikologi Universitas Surabaya dan Ketua Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia) menuliskan banyak masalah di masyarakat kita yang muncul karena kurang baiknya pengelolaan emosi, khususnya marah. Kasus perkelahian, kriminalitas, kekerasan merupakan contoh perilaku yang berawal dari kemarahan. Tulisan Harrista menjadi sangat tepat untuk dipahami, baik untuk mahasiswa, psikolog maupun masyarakat awam yang tertarik dengan pengelolaan marah. Apalagi Harrista menyajikan konsep dan dinamika amarah dengan apik, sederhana, dan mengalir. Pemahaman akan konsep ini diharapkan dapat menjadi refleksi dan pembaharuan hidup sehingga buku ini dapat dibaca oleh semua orang yang berminat.

Buku ini mengajak semua pembacanya mampu mengelola amarah secara bijak sehingga hasilnya pun akan baik untuk semua. Selamat mengelola amarah dan teruslah berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.

 

 

***